Perburuan Itu Telah Selesai???

Friday, October 9, 2009
By admin

sjsyahrirdalamDari siang sampai malam, ceritanya masih success story Densus 88 menghabisi dua saudara tersangka teroris Syaifudin Zuhri dan Syahrir. Dua tersangka teroris itu disergap di tempat kosnya di Ciputat, dekat kawasan kampus UIN, dan tak jauh dari perumahan kepolisian dan sekolah polisi Pasar Jum’at. Penggerebekan di Hari Jum’at menjelang waktu Sholat Jum’at itu, menurut beberapa saksi mata, disertai dengan bam bim bum suara bom dan dar der dor suara sejata api. Hasilnya, dua buron itu tewas.

Kontan kisah sukses Den88 itu menjadi tontonan warga dan menjadi ajang unjuk live show media. Berbagai jenis orangpun diwawancari, mulai dari tetangga sebelah, teman kos, ibu pengurus kos dan entah siapa lagi yang bakal jadi nara sumber. Yang jelas kalau disitu ada kucing atau kambing pun mungkin bakal diwawancari juga oleh para wartawan.

Seperti sebelumnya, lokasi penggrebekan teroris pun kontan menjadi ramai bagaikan ada shooting film laga. Apalagi para pasukan Densus 88 pun berpakaian dan bersenjata dengan moncer seperti di film-film laga Amerika. Lengkap dengan kacamata hitam segala. Makanya, sesiang tadi Ciputat dikabarkan makin macet. Padahal daerah itu tak ada apa-apaun sudah sering macet.

Sampai malam hari, lokasi penggrebekan masih belum dapat dimasuki oleh anak-anak kos yang kebetulan tempat kosnya menjadi tempat persembunyian tersangka teror yang apes itu. Kos-kosan itu masih pasangi policeline.

miyabi2-dlmDisamping berita hot tentang penggerebekan teroris, ada juga berita hot jenis lain. Siapa lagi kalau bukan Miyabi. Kali ini rombongan FPI yang ribut mempersolakan Miyabi. Bahkan mereka meluruk ke Maxima yang mau mendatangkan Miyabi itu dan mengancam akan mendemo Miyabi di Bandara. Ada usulan pula, sebaiknya Miyabi diganti Luna Maya. Hanya saja usulan ini bakal ditolak soalnya sudah tanggung Miyabi menjadi buah bibir semua jenis lelaki. Mungkin ribut-ribut disini dirasakan juga oleh Miyabi. Iapun meminta pengawalan ekstra ketat. Pasti takut juga sih, siapa tahu “Menculik Miyabi” bukan lagi sekedar film , tapi malah bisa jadi kenyataan. Salah-salah nanti judulnya “Miyabi Diculik” . Tapi bukan judul film, judul Headline di koran-koran, TV dan media massa lainnya. Wah kalau kejadiannya begitu…apa kata duniaaa.

koran-tempo9-10-09

Dua berita hot itu anehnya muncul pas ada berita lain yang sebenarnya kalau tak ada kejadian itu bakal lebih hot lagi. Berita itu tak lain adalah kasus Nasrudin yang kali ini menyeret-nyeret nama Kapolri. Aneh betul ya, kalau ada yang merasa kepepet eh pasti ada pengalih perhatian. Kapolri disebut-sebut mengetahui rencana pembunuhan Nasrudin oleh tersangka Williardi. Berita lengkapnya sebenarny bisa dibaca di Koran Tempo tanggal 9/10/2009. Sayangnya situs Koran tempo sampai malam hari susah sekali diakses .jadi, saya tak bisa ngasih link langsung ke sumber berita yang saya kutip karena leletnya minta ampun. Kayanya, situs korantempo dot com memang susah diakses sejak minggu kemarin waktu ada berita hubungan antara Untung dan Soeharto yang terungkap berkenaan dengan Peristiwa G30SPKI di tahun 1965 yang lalu.Untungnya ada epaper.korantempo.com yang mudah diakses. Silahkan dilihat dan dicoba.

Itu berita hangat yang luput, berita hangat lainnya berkaitan dengan rencana penundaan pengumuman Kabinet Baru SBY sampai 21 Oktober nanti. Informasi itu disampaikan oleh Andi Malarangeng. Menurutnya proses rekrutmen anggota kabinet masih dalam tahap penguatan stuktur termasuk menyusun kontrak kinerja dan pakta integritas. Sejauh ini belum ada satu pun kandidat yang SBY panggil ke Cikeas untuk diaudisi langsung. Hehehe bagi Anda yang merasa pantas menjadi tim kabinet SBY silahkan tunggu telepon saya, sapa tahu di telpon hehehe…sapa tau geto loh….rejeki kan gak kemana-mana.

elpiji_12_kg_thumb_300_225Yang terakhir, ini pasti bakal bikin panas ibu-ibu rumah tangga. Dikabarkan harga elpiji 12 kg BESOK AKAN NAIK LAGIIII…….Dikabarkan oleh Okezone dot com, PT Pertamina (Persero) memberlakukan harga LPG kemasan 12 kg dan 6 kg baru yaitu Rp5.850 per kg (Rp70.200 per tabung untuk kemasan 12 kg dan Rp35.100 per tabung untuk kemasan 6 kg). Heran juga, kok naik terus yah membuat pusing saja. Entah kapan turunnya, yang jelas kalau dulu BBM mahal masyarakat ribut-ribut minyak dan bensin naik. Sekarang harga minyak turun malah harga elpiji yang naik terus-terusan. Padahal pencanangan penggunaan gas terus menerus dilakukan juga. Entah bagaimana nanti harga makanan olahan seperti mierebus, soto ayam, dan berbagai makanan yang dimasak dengan elpiji. Pastinya bakal naik juga lah , namanya juga ekonomi domino.

SocialTwist Tell-a-Friend

Tags:

Comments are closed.