Bagaimana Twitter Mengubah Paradigma Breaking News?

Sunday, November 1, 2009
By admin

bibit3detikBerita-berita media online dan koran belakangan ini terlihat menjadi cepat basi. Tidak ada lagi berita hangat. Yang ada adalah “Noise” yang menjadi trending topic di Twitter atau di Facebook. Mulai dari informasi Pritta, pengeboman hotel JW Marriot , gempa bumi, hingga sekarang pertempuran Cicak dan Buaya yang menjadi noise , trending topic, mempunyai fans ratusan ribu di Facebook, dan menggaung di milis-milis. Bahkan para pembuat berita tradisional seperti media online dan televisipun menjadikan noise , isu, dan status di Twitter dan Facebook sebagai bahan berita acaranya atau korannya.

Wah, malang benar atau wah untung benar karena tak repot lagi nyari sumber berita? Tak ada lagi Breaking News karena umum pesan singkat telah menyebar cepat melalui Twitter, handphone, dan PC. Koran kertas dan media televisi pun mungkin nanti tak lagi menjadi sumber Breaking News karena wartawannya kalah cepat dengan SMS orang tak dikenal yang kebetulan ada di lokasi peristiwa. Inilah yang terjadi saat ini  dalam dunia pemberitaan INTERNASIONAL.

Saking hebatnya kedigjayaan Twitter atau Facebook sebagai jejaring sosial, banyak negara ataupun perusahaan yang menutup akses ke situs tersebut. Takut berbagai informasi yang termasuk “rahasia negara” dan “sensitif” terekspose  keluar. Tapi malang tak dapat dicegah, para penggunanya mempunyai banyak cara untuk meloloskan informasi. Ini zaman handphone bung! Selain negara, beberapa perusahaan besar pun mulai melihat gelagat tak baik karena banyak karyawan yang nge-Twitt atau nge-Faacebook ketimbang bekerja. Walhasil, di beberapa negara yang termasuk modern pun seperti di Inggris, perusahaan tertentu mulai mengharamkan Facebook dan Twitter.

Apa rahasia Twitter atau facebook sebenarnya? Fasilitas utama  Twitter atau Wall facebook yang cuma 140 karakter itu memang adopsi langsung SMS. Namun dengan keterbukaan dan jejaring yang luas sehingga sangat digemari orang. Aksesabilitasnya juga termasuk sudah demikian mudah karena orang sudah mempunyai handphone. Belum lagi handphone sekarang ini murah-murah dengan fasilitas lumayan canggih. Minimal sudah bisalah facebook-kan, twitter-an atau, plurk-kan. Sinergi semua itu menghasilkan kemampuan distribusi penyebaran informasi yang dahsyat. Cepat bahkan beberapa diantaranya sangat akurat menginformasikan suatu peristiwa insitu dengan segera.

Distribusi & Undangan untuk bergabung di suatu gerakkan Facebooker

Distribusi & Undangan untuk bergabung di suatu gerakkan Facebooker

Dunia memang sudah banyak berubah. Cenderung meluas cepat dan menjadi seolah-olah Flat atau pipih bagai martabak telor yang dibanting-banting si pembuat martabak. Siapapun, bahkan mungkin monyet pun, dapat dengan mudah membangun suatu kerumunan. Entah itu kerumunan iseng atau dengan maksud tertentu. Kasus Bibit dan Chandra misalnya, memperlihatkan bagaimana kerumunan di Facebook ataupun Twitter dapat dibangun dalam hitungan hari  oleh orang yang tidak kita kenal.

Di Twitter, orang buat kerumunan bisa dengan mudah. Janji telanjang bulat saja bisa membuat kerumunan. Atau janji sesuatu yang unik saja, mungkin setiap orang bisa punya follower puluhan ribu.

Media Online maupun blog juga nampak sangat diuntungkan dengan adanya Twitter ini karena bisa menyebarkan informasi dengan cepat. Bahkan, saking cepatnya divisi Breaking News media umumnya kalah cepat dengan perubahan status di Twitter pada peristiwa-peristiwa yang mengandung nilai berita. Ini tentu perlu pemikiran serius bagi pemilik media yang berbasis Breaking News karena jalur informasinya tiba-tiba TERPOTONG oleh pengguna Twitter yang kebetulan melaporkan insitu dalam hitungan detik. Bagi si pembuat status yang kebetulan temannya banyak, jejaringnya banyak, maka dengan cepat banyak orang yang mendapat informasi fresh dengan lebih cepat ketimbang nunggu berita radio, televisi,  koran atau media online.

Dukungan Untuk Bibit & Chandra di FB, The Face of Emotional Media

Dukungan Untuk Bibit & Chandra di FB, The Face of Emotional Media

Nah, bagaimana sebenarnya pengaruh Twitter, Facebook, ataupun New Wave Communication, terhadap Breaking News di masa depan? Ini tantangan yang menarik bagi pemilik media massa yang masih berpola pikir tradisional. Dan bagi kebanyakan orang, maka era ini memang akan menjadikan masa depan ada ditangan kita semua.

SocialTwist Tell-a-Friend

Tags:

Comments are closed.