Catatan Di Awal Tahun Hijriah, Akhir Tahun Gregorian

Friday, December 18, 2009
By admin

Ini penghujung tahun 1430 H, atau 2009 M, tanpa terasa roda SangWaktu bergulir memasuki tahun 1431 H, 14 hari lagi tahun Masehi pun akan memasuki tahun 2010 M. Tak berasa pula perjalanan saya mengelilingi matahari dari posisi di Bumi ini sudah 45 kali. Nggak berasa memang, apalagi kalau usia makin menua. Waktu seolah bergulir jauh lebih cepat ketimbang kita berusia 9 tahunan dulu. Nampaknya, ini memang dampak psikologis ketika kita mulai banyak kegiatan dan seolah waktu sehari 24 jam itu tidak cukup. Baru kemarin Jum’at, eh sekarang sudah Jum’at lagi. Begitulah kalau usia kita masuk ke angka 4, usia yang oleh banyak orang sering dianggap sebagai revitalisasi kembali hidup. Kalau di zaman purba, ukuran 40 tahun ini memang ukuran kematangan dimana manusia mulai berpikir tentang kehidupan di luar batas fisiknya, yaitu mulai memperhatikan aspek batin dari kehidupan yang mulai nampak makin menyemu ini.

Mungkin sudah sepantasnya kita sejenak berhenti di setiap penghujung tahun. Baik tahun Qomariah maupun Syamsiah, tahun bulan maupun tahun matahari.  Kedua model tahun itu adalah tahun-tahun yang kita kenal selama ini. Menurut perkiraan tahun Gregorian, hijrah itu jatuh pada 15 Juli 622 Masehi. Jadi 622 M adalah tahun ke-1 Hijriah. Kalau kita hitung saat ini tahun 2009 masehi, usia tahun Hijriah itu mestinya 1387 tahun alias tahun ini mestinya 1387 Hijriah. Tapi kenapa kita sebut tahun 1431 H? Apa yang salah ya dengan cara kita menghitung tahun sehingga konversi tahun Masehi ke Hijriah jadi mempunyai selisih 44 tahun ! Atau sekitar setengah abad.

Itu keanehan pertama yang saya sadari ketika membaca kembali buku sejarah awal tahun Hijriah yang umumnya disepakati dimulai tahun 622 M. Adakah yang keliru ketika kita mulai menghitung tahun Hijriah atau tahun Masehi?  Kalau kita gunakan patokan saat ini adalah 1431 Hijriah, maka mestinya tahun Hijriah itu dimulai tahun 578 Masehi bukan 622 Masehi.

Ah, sebodo amat pikir saya. Mungkin memang yang menetapkan tahun pertama kali itu rada pabalieut makanya tidak mulus. Seolah-olah 44 tahun itu hanya setahun saja alias 1 dan 44. Jadi cocok lah, kalau diunifikasikan akan memenuhi  hukum kuadrat 12 yaitu 144=12×12 dan hukum sehari adalah 24 jam 12+12=24. Yang jelas, kita boleh saja berkata “hanya Allah Yang Maha Esa yang tahu kemana larinya 44 tahun yang aneh itu”.

Secara harfiah hijrah itu pindah atau migrasi. Namun, umumnya ulama sepakat bahwa hijrah dapat pula dimaknai sebagai momentum penyatuan persepsi bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan maupun perubahan secara kaffah (menyeluruh) , termasuk organisasi sosial dan politik.

Agar makna hijrah lebih kentara dalam kehidupan, guru besar Filsafat Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN)B Syarief Hidayatullah Jakarta, Profesor Suwito mengatakan kepada Antara.Co.Id , perlunya perubahan dalam segala bidang penting sebagai upaya penyatuan umat Islam Indonesia. Momentum hijriyah ini dinilai tepat untuk mengukir prestasi secara individu serta kelompok, ujarnya.

Di alam korupsi ini, barangkali ujaran guru besar UIN Jakarta itu perlu diterapkan bahwa Umat Islam perlu melakukan perubahan dan sekali lagi melihat kenyataan sebagai suatu fakta yang nyata, bukan real, senyata kita percaya 2+2=4. Makanya, dalam hijriah tahun ini saya justru mendapati keanehan konversi tahun Hijrah ke Gregorian, dan sebaliknya, kemana perginya 44 tahun itu? Dan kenapa bisa begitu? Siapa yang bisa menjawab keanehan ini?

–sehari disini kok berasa seribu tahun disana–

babelan, bekasi, hari ke-1 tahun Hijriah 1431

SocialTwist Tell-a-Friend

Tags:

2 Responses to “Catatan Di Awal Tahun Hijriah, Akhir Tahun Gregorian”

  1. Abu Ghozy

    Sebenarnya tidak ada yang salah saudaraku, permasalahannya hanya pada basic perhitungan tahun yang berbeda antara tahun Gregorian dgn tahun Hijriyah.
    Tahun Masehi / Gregorian basicnya adalah peredaran bumi mengelilingi matahari (Solar) , (1 tahun perlu waktu 365,5 hari. Jadinya perhitungannya sebulan itu = 30 – 31 hari *ada pengecualian tahun kabisat). Sementara tahun hijriah memakai basic peredaran bulan mengelilingi bumi (lunar). Dalam setiap bulannya dalam tahun hijriyah itu cuma 29 – 30 hari saja. Oleh karena itu setiap 30 tahun Masehi ada selisih tambahan 1 tahun hijriyah…silahkan sdr hitung.
    Demikian semoga bermanfaat.

    #160
    • betul mas, cuma kok setelah utak atik dapetnya masih kurang 2 tahun,

      Asumsi tahun awal sebagai patokan tahun awal hijrah ya benar 15 Juli 622 M = 1 Muharam 1 H; Selisih tahun syamsiah (Gregorian – ) dengan komariah antara 11-12 hari . Bila dihitung simpelnya, dalam 1 abad syamsiah dengan abad komariah maka ada selisih sekitar 3 tahun.

      Abad syamsiah: 2009-622 = 1387 = 13,87 abad —>14
      14x 3 = 42. So tahun komariahnya adalah = 1387+42 =1429. Deket kan? Atau hitung (11x 1387) +n. (n = jumlah tahun kabisat selama thn 622 s/d 2009).

      thanks buat sharingnya

      Wass

      #161