Saving Private Sony-AK
www.sony-ak.com, a knowledge sharing site, particularly in IT, has been sued by Sony Corporation Japan through its legal representative in Indonesia, while the site has been registered after the original name of its owner: Sony Arianto Kurniawan.
Should Sony AK change his name? Then, should we change our names if someday, there is a company owns a brand similar to our names? Let’s hand in hand support Sony AK. Today, Sony AK, but tomorrow…it can be one of us! (dikutip dari facebook Sony, Jangan Renggut Nama Temanku! http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&ref=ss&gid=10150138978585727#!/group.php?gid=10150138978585727&ref=ts)
Pengantar yang ditulis Merry yang merupakan salah satu penggagas grup FB “Sony, Jangan Renggut Nama Temanku! ” memang tepat, apakah mungkin suatu hari identitas kemanusiaan kita yang disebut “nama” harus dieliminasi dan dikalahkan dengan merek?
Apa yang sebenarnya terjadi antara Sony-Arianto-Kurniawan pemilik nama domain sony-ak.com dengan Sony Corp pemilik konglomerasi Jepang yang mendadak demikian centil meggugat domain milik orang Indonesia itu? Apakah telah terjadi miskomunikasi dan miskonsepsi tentang domain name? Atau kegamangan ahli hukum mengenai penggunaan nama domain yang nampaknya lepas dari relevansinya dengan isi maupun konteks penggunaan situs itu sendiri.
Sony-Ak.Com adalah domain personal seperti halnya domain atmonadi.com yang tak lain adalah nama saya sendiri sesuai dengan akte kelahiran. Hanya karena namanya sama, tentunya akan menjadi menggelikan kalau sebuah perusahaan raksasa tiba-tiba melarang seluruh nama atau label dengan menggunakan nama Atmonadi?
Ini tentu menjadi benar-benar aneh karena sudah berada diluar konteks dari nama yang dipakai merek itu sendiri. Mana mungkin misalkan barang elektronik bermerek Atmo menuntut Atmonadi yang punya domain dengan nama sendiri sesuai akte kelahiran atau nama panggilannya misalnya atmo?
Kalau hal ini terjadi maka ada indikasi pelanggaran hak asasi manusia, pelanggaran privasi atas pengunakan abjad untuk membangun identitas pribadi. Mungkin akan lain soal kalau nama saya digunakan juga untuk merek barang yang mirip. Artinya memang ada niat jelek untuk memakai merek Atmo untuk barang yang sama. Tapi kalau sudah diluar konteks antara merek produk dan nama domain yang isi situsnya sendiri hanya berupa tulisan pribadi, itu namanya kesewenang-wenangan dengan potensi pelanggaran ham, penghilangan identitas manusia dan seperti disebutkan dalam tulisan pengantar di FB grup Sony-AK mungkin suatu saat semua manusia tiba-tiba akan yang terhapuskan hak pribadinya hanya karena sebuah merek!
Let’s Saving Private Sony-AK!
SHUFFAH

