Adam & Hawa, Israel, Peterporn & DPR (Bagian 2): The Black Swan

Friday, June 11, 2010
By admin

Di Indonesia , isu Israel dan Palestina mendadak tenggelam dengan isu lokal yang tak kalah ganas dan panasnya mempengaruhi pikiran. Tambahan kata “panas” ini bukan berarti makin banyak kompos gas yang mleduk, tapi “panas” lain yang berhubungan dengan syahwat manusia.

Beredarnya salinan Video Mesum artis-artis idola yang menghebohkan langsung mengaramkan isu-isu  lainnya, baik isu internasional maupun isu lokal. Sebut saja, isu Israel, isu KPK, isu Bank Century, dan isu dana tambahan DPR mendadak bagai riak kecil ketika masyarakat dihebohkan dengan menyebarnya video porno artis “mirip” Ariel Peterpan yang diplesetkan menjadi Peterporn dengan dugaan “32″ artis film dan penyanyi Indonesia lainnya yang terkenal terlibat dalam pergumulan seru di film2 itu.

Berita ini bukan menggegerkan Indonesia saja, tapi jagat film porno dunia pun ikut geger. Pasalnya trending topic “Peter Peterporn” menjadi nomor satu di layanan Twitter selama beberapa hari. Anehnya, beberapa waktu sebelumnya trending topic yang berhubungan Mavi Marmara, Israel dan Palestina justru membuat Twitter error. Itu kata laporan Detik.com, jadi Twitter dan Youtube pun kayanya sudah dimanipulasi untuk kepentingan Israel sehingga apapun yang berhubungan dengan Israel yang  jadi sorotan dunia mendadak error. Apakah mungkin Twitter / Youtube sejatinya senjata sistem informasi terselubung yang tujuannya untuk mengalihkan perhatian publik/pengguna internet dari “isu-isu yang lebih membahayakan kepentingan tertentu di dunia” secara lokal maupun global? Silahkan kaji sendiri.

Sedangkan trending topic lainnya yang jelas-jelas telah memakan bandwidth besar sekali seperti Ariel Peterporn dengan entengnya masih menjadi buah bibir di Twitter. Di Youtube, kalau kita cari insiden Mavi Marmara maka yang nongol adalah informasi pembenaran Israel atas serangannya ke kapal kemanusiaan itu. Makanya, jangan heran kalau kita cari di search engine Yahoo atau Google yang akan muncul adalah informasi-informasi yang berbau pro-israel. Apakah Peterporn bagian dari perang informasi Israel untuk meredam gejolak isu Palestina di Indonesia yang notabene suaranya sebagai masyarakat muslim paling kenceng? Barangkali juga sih.

ATM-001-BS-001A Black Swan Tee

Tapi apapun yang terjadi terjadilah. Kalau kita kembali ke hukum inharmonia progressio, maka beredarnya Ariel Peterporn dengan video-videonya yang sering masih diembel-embeli “mirip” menunjukkan adanya faktor “Black Swan” atau “teori Angsa Hitam”  atau ketidakpastian dalam kehidupan kita ini. Apalagi kehidupan yang semakin mendatar dalam masyarakat Indonesia yang masih cenderung hanya sebagai konsumen informasi belaka tanpa mau lebih tahu dampak dan konsekuensinya.

Teori Black Swan di gagas oleh Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya The Black Swan tahun 2007. Buku terjemahannya sudah diterbitkan oleh Gramedia baru-baru ini. Teori Angsa Hitam (Inggris: Black swan theory) merujuk pada peristiwa langka yang berdampak besar, sulit diprediksi dan di luar perkiraan normal. Kenapa Peterporn disebut The Black Swan, saya simpulkan demikian karena telah memenuhi kriteria2 pokok teori Black Swan  yaitu muncul sangat mengejutkan, bahkan kemunculannya mampu mengalahkan isu-isu lokal dan internasional yang mulai memanas, mempunyai pengaruh besar dalam masyarakat, dan kelak akan dijelaskan oleh orang-orang dengan peninjauan ke belakang (mungkin tulisan ini pelopornya heheheh). Jadi Peterporn merupakan Black Swan yang mengguncang  kita semua. Tak pernah ada kepikiran, bahkan sebulan sebelumnya kalau sosok-sosok idola Indonesia  terlibat dalam skandal yang memalukan. Yang terlibat pun bukan idola kacangan tapi idola papan atas yang jelas-jelas telah menjadi penghipnotis masal dunia hiburan, televisi, dan masyarakat secara luas khususnya kalangan generasi muda.

Di Indonesia faktor Black Swan ini makin membesar karena umumnya orang Indonesia ini mau tahu pada hal-hal yang menurutnya layak menjadi tontonan. Tak percaya? Coba kita lihat di jalanan, ketika ada motor srempetan pun jalanan mendadak macet. Orang mau pada nonton padahal cuma srempetan doang. Ada mobil trans jakarta, eh malah jadi ajang operasi orang-orang yang hobi ngintip yang tadinya beroperasi di sekitar lokasi MCK pinggir kali atau sawah. Nah apalagi heboh yang urusannya dengan syahwat dan selebritis. Nampaknya kita paling suka dengan yang satu ini sehingga kucing selebritis kawinpun , mungkin kalau dipublikasikan di Internet maupun infotainment bakal membuat heboh. Apalagi video porno dengan bintang-bintang yang selama ini menjadi aikon, idola, wakil produk laris, impian banyak orang yang memandang mereka menjadi “tuhan yang maujud”. Makanya, banyak yang tidak terima  dan kemudian dibiasakan lagi dengan menggunakan kata “mirip-mirip”.

Kasus Peterporn adalah antiklimak dari watak sombong yang sama, yang muncul dalam wujud dan rupa klasik, “uang”, “Kekuasaan”, “wanita” dan arogansi “pornografi” yang sekarang diwakili oleh  tayangan “mirip” Ariel Peterporn di Internet. Nongol di Internet artinya nongol di seluruh dunia karena Internet adalah jejaring global yang dapat diakses oleh siapa saja selama tidak diblokir jalurnya.

Meskipun si pelaku yang “mirip” Ariel penyanyi Peterpan nampak tak mau ngomong apapun, setidaknya belum ngomong sampai hari ini, tapi masyarakat sudah 99 % persen yakin kalau “itu adalah dia”.  Jadi kalau mau di mirip-miripkan sama saja sebenarnya masyarakat Indonesia ini 99 persen matanya belekkan dan perlu diperiksa karena tidak bisa mengenai visualisasi geometrik dua dimensi di layar CRT atau LCD. Artinya, kalaupun visualisasi itu digunakan pasti kesimpulannya bisa diasumsikan keliru karena matanya tak bisa dipercaya.

Apapun akhirnya, Kasus Peterporn The Blackswan membuka mata kita kalau dampak teknologi dijital yang sudah merasuk kemana-mana akan dihadapi oleh kita semua. Baik dampak itu menguntungkan atau dampak buruk yang mengakibatkan efek jera bahkan efek yang tak terbayangkan oleh pelakunya sendiri maupun oleh penyebar video-video mesum tersebut. Yang perlu dilakukan pada akhirnya bukan sekedar memberikan edukasi kepada masyarakat, edukasi kepada keluarga, edukasi kepada siswa-siswi sekolah yang rentan, tapi pemerintah pun harus lebih tegas dalam menentukan penggunaan perangkat digital, baik penjualannya maupun penggunaannya. Misalnya perangkat digital penjualannya secara resmi dibatasi bagi usia tertentu saja, atau akses umum diwarnet diwajibkan untuk memberikan peringatan kalau yang masuk warnet musti berusia tujuh belas tahun keatas dll.

Mudahan-mudahan peristiwa langka Peterporn The Black Swan ini membuka mata kita semua kalau dunia memang sudah berubah dan sedang menuju dunia yang penuh kejutan dan ketidakpastian. Makanya kita harus membuka wawasan lebih luas sehingga tahu kalau dunia itu memang cenderung gepeng secara virtual dan berdampak nyata dalam kehidupan yang lebih multi dimensi.

SocialTwist Tell-a-Friend

Tags:

One Response to “Adam & Hawa, Israel, Peterporn & DPR (Bagian 2): The Black Swan”