Kehilangan interes , perhatian, atau emosi atau perasaan yang akhirnya menjadi kurang empati dan kurang peduli adalah arti dari apatis.Menurut Wikipedia, individu yang apatis kehilangan interes atau perhatian mengenai emosi, sosial, spiritual, filosofis atau kehidupan fisik.
Apatis dikatakan satu paket dengan depresi , hal ini diungkapkan oleh Robert van Reekum MD et al. dariĀ Universitas Toronto dalamĀ Journal of Neuropsychiatry (2005) . Bahkan pada beberapa populasi apatis merupakan lawan kata dari cinta. Jadi bukan Benci yang menjadi lawan kata Cinta tapi apatis.
Satu kata ini barangkali mulai menggejala dimana-mana. Sebaliknya, apatisme ini memunculkan kecenderungan suka pamer secara berlebihan bahkan menjadi narsisme. Orang jadi lebih suka memperlihatkan ekspresi dirinya dengan berbagai cara , tak peduli apakah ekspresi dirinya itu bermanfaat bagi orang lain atau tidak. Tak peduli apakah dia benar-benar tertarik atau hanya sekedar penggembira untuk ikut hura-hura. Dari narsisme seperti ini masyarakat apatis pun mudah diombang ambingkan oleh isu-isu populis, tak peduli apakah ia diuntungkan atau tidak. Tentu saja masyarakat seperti ini akhirnya bagaikan sekawanan domba saja, bisa ramai mengembik dan ikut lari kesana kemari tergantung bagaimana ia digebah sang penggembala atau di giring oleh para pemangsa kawanan serigala berbulu domba.


Follow me on Social Media