Menjelang tahun 2010 ini, era blog nampaknya memang sudah mulai memudar. Ini bukan sekedar munculnya era keemasan social-network yang lebih enteng dan riuh rendah. Tapi blog-blog juga nampaknya telah dimanfaatkan secara berlebihan oleh para petualang pemasaran. Akibatnya, muncul sloger-sloger yang sering menjebak orang.
Jadi, semenjak hari ini niatan saya blog ini tidak lagi sekedar menjadi blog secara tradisional tapi menjadi Klog. Ini singkatan yang saya buat untuk menyebut Knowledge Log. Jadi, nanti isinya mungkin lebih banyak yang seriusnya ketimbang sekedar celoteh dengan harapan dapat hit banyak. Tapi benar-benar jurnal untuk berbagai pengetahuan. Baik pengetahuan yang ringan maupun yang lucu.

T-shirt Klogatmonadi versi 1 available with transfer paper, dtg, screen printing dengan bahan kaos polyester atau cotton combed s20
Selain itu, ada sedikit perubahan penampilan dan konsep dimana saya mau menempatkan desain t-shirt sebagai ilustrasi dan juga etalase untuk desain T-shirt yang tagline atau gambarnya saya buat.
Tentu saja, tidak semu artikel yang ditulis disertai t-shirt. tergantung apakah di artikel yang saya tulis itu ada ide buat dibikin T-shirtnya atau tidak. Kalau ada, desain akan tampil dan dapat di pesan on-demand dengan teknik cetak transfer paper digital printing, Direct To Garment printing, atau screen printing. Tergantung maunya si pemesan bagaimana. Tentu saja biayanya beda-beda antara satu teknik printing dengan yang lainnya. Selain kaos mungkin juga akan muncul desain mug, pin, tas, atau asesori lainnya.
Belakangan ini saya memang lagi belajar jadi tulang sablon. Baik sablon T-shirt, mug, stiker, keramik, piring, dll. Pokoknya yang berhubungan dengan dunia cetak-mencetak on-demand saja. Sejak Februari tahun 2010 ini memang saya lagi meriset digital printing dan tentunya prospek bisnisnya sebagai lahan baru yang mau saya masuki. Salah satu distro terkenal di Cimahi Bandung pun saya sambangi dan jadi tempat pelatihan untuk menimba ilmu cetak-mencetak ini sebelum alatnya dibeli. Meskpipun pelatihannya terhitung singkat banget, tapi lumayanlah sebagai langkah awal sebelum bereksperimen lebih jauh dengan teknik yang lebih canggih dan alatnya mahal misalnya dengan Direct To garment printing yang printernya berharga US $ 10000-120000. Jadi kalau kantong modalnya pas kan gak logis beli alat mahal. Apalagi masih termasuk pemula. Tapi untungnya orang Indonesia itu jago modif jadi nanti mungkin pake DTG versi modif saja kalau memang ada yang mampu buat. Mudah-mudahan ide-ide baru bisa bermunculan setelah mengawinkan dunia teknologi dijital murni dengan dunia mediator seperti dunia cetak ini.
Well, kira-kira itulah ulasan tambahan di halaman perihal ini.
Wass
salam hangat penuh semangat
@tmonadi
update : 5/7/2010


Follow me on Social Media