August 25, 2008

Visi n Misi

Meskipun sebuah media personal bukan mewakili suatu perusahaan, atau organisasi, tapi ia perlu dikembangkan dengn suatu visi dan misi. Jadi, bukan sekedar klog yang menjadi tempat mengucurkan uneg-uneg, tapi juga klog yang bisa menjadi apa pun yang diinginkan oleh pembuatnya. Tentunya dengan harapan kalau isi yang dituliskan dan dipublikasikan bermanfaat bagi saya maupun bagi yang mau membacanya.

Melongok kembali awal saya nge-weblog, maka dalam hal visi dan misi ini saya mau kutip kembali tulisan saya di atmonadi.wordpress.com di bagian Visi dan Terawangan.

te·ra·wang n kerawang;
ber·te·ra·wang v 1 berkerawang; 2 berlubang-lubang; bertembuk-tembuk;
me·ne·ra·wang v 1 membuat terawang (pd saputangan, taplak meja, dsb): adikku sudah diajar merenda dan ~; 2 menembuk; menembus; melubangi kecil-kecil: ngengat sering ~ pakaian yg disimpan dl lemari; 3 melihat dr celah-celah kaca; 4 ki melihat dng mata batin (untuk melihat keadaan seseorang dr jarak jauh atau untuk meramal nasib seseorang); 5 melamun: pikirannya ~ ke sana-sini;
~ langit, ki mengangan-angankan yg mustahil (yg bukan-bukan dsb); melayangkan pikiran jauh-jauh: batinnya ~ langit mengangan-angankan lotre yg belum pasti diperolehnya

vi·si n 1 kemampuan untuk melihat pd inti persoalan; 2 pandangan atau wawasan ke depan: seluruh rakyat mempunyai — yg sama mengenai perjuangan bangsa; 3 kemampuan untuk merasakan sesuatu yg tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan; 4 apa yg tampak dl khayalan; 5 penglihatan; pengamatan

Pengertian KBBI untuk terawang dan visi nampaknya hampir mirip pada item ke 4 dan 5.

Meskipun begitu, kalau kita lihat pengartian Visi menurut KBBI lebih definitif dengan contoh kalimat yang sesuai dengan maksudnya. Kalau “terawang” nampak diartikan condong pada angan-angan pribadi yang kesana-kemari; Visi diartikan lebih pada tercapainya suatu tujuan secara bersama-sama dengans uatu “keyakinan” yang dipegang untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Jadi, antara terawang dan visi memang menjadi beda sekali.

Menjalankan Visi dengan Misi tertentu memang perlu keyakinan atau “belief” dan perlu “spirit”.  Jika tidak maka Visi dan Misi itu akan rontok di tengah jalan. Tokoh-tokoh besar di dunia yang kita kenang misalnya Nabi Muhammad SAW ataupun yang lainnya mempunyai “belief” dan “spirit” sehingga apa yang disampaikannya sampai hari ini menjadi sumber pengetahuan bagi Umat Manusia.

Saya katakan semua umat manusia karena sebenarnya ajaran Nabi Muhammad itu diadopsi juga oleh orang lain yang non muslim. Meskipun saat ini nampak ada ironi, Umat Islam sendiri nampaknya justru melalaikan warisan Sang Nabi. Terobsesi hal-hal berlebihan seperti kemewahan, materialisme, fanatisme dungu, bodoh, suka membual, sombong, malas, tidak adil, licik, tukang fitnah,  akhirnya justri akan melahirkan kebodohan dan kesombongan (jahal dan lahab) yang menjurus kepada kemiskinan lahir dan batin. Penyakit-penyakit itu  telah mendera Umat Islam berabad-abad karena menyia-nyiakan warisan Nabi Muhammad SAW yaitu Al Qur’an dan semua kandungan nilainya.

Sementara di belahan dunia  lain justru banyak nilai-nilai Al Qur’an yang pragmatis di terapkan. Nggak percaya? Coba sampeyen baca sejarah pendiri Amerika Serikat mereka mengkaji (bukan mengaji yah) Al Qur’an. Dan coba perhatikan kenapa ditetapkan ulang tahun Amerika Serikat itu tanggal 4 bulan Juli (bulan 7)? Bukankah itu simbologika dari nomor Surat ke-47 Al Qur’an yang tak lain adalah surat Muhammad? Bukankah nomor 4 bulan 7 itu simbol Sahabat Nabi Muhammad dan sumberAl Qur’an yang berasal dari 7 huruf? Bagaimana Umat Islam tidak paham simbologi Al Qur’an itu semua erat kaitannya dengan musnahnya “belief” dan “spirit” sebagai Al Mukminun yang mestinya menjadi Rahmatan Lil ‘Aalamin, menjadi suar peradaban di dunia bukan malah terpuruk menjadi teroris  atau memelas dengan aleman dan cengeng karena merasa di tinggal oleh Allah SWT.

Oke, stop dulu ngomong belief dan spiritnya, kembali ke Klog@tmonadi. Bagi saya, Klog@tmonadi ini merupakan ekstensi dari blog@tmosfir yang sudah saya buat nebeng di beberapa tempat seperti di Multiply (yang pertama), WordPress (yang paling banyak), Blogsome (cuma satu), facebook , friendster (males dikunjungi), weblog (hanya satu), Opera (idem juga), dan entah dimanalagi. Jadi, ini menjadi tempat konsilidasi sekaligus merencanakan diapain aja tulisan-tulsian yang sudah ada di blog@tmosfir tersebut?

Sayang kalau dibuang, jadi, di Klog@tmonadi ini tulisan yang saya anggap layak, saya re-cycle dan direvisi lagi supaya lebih bisa dinikmati secara umum, juga buat warisan anak cucu. Sekaligus tentu saja di poles lagi dengan ide-ide segar dan tidak merugikan orang lain yaitu menjual kaos, mug, atau produk-produk lainnya.

Situs ini memang sudah jadi media publikasi dijital utama saya selama saya masih bisa dan mau menulis tentang banyak hal. Jadi, kalau dipikir-pikir, di klog ini juga kronologi peristiwa dapat saya tuliskan. Baik kronologi tentang saya, orang lain, negara Indonesia ini, maupun kronologi umat manusia di dunia.

Selamat menikmati klog@tmonadi.

Wassalam

salam hangat penuh semangat

@tmonadi

update : 5/7/2010

SocialTwist Tell-a-Friend